Computer-Aided Diagnosis ( CAD ), adalah sistem yang membantu dokter dalam interpretasi gambar medis . Teknik pencitraan dalam X-ray , MRI , Endoskopi , dan diagnostik ultrasound menghasilkan banyak informasi yang harus dianalisis dan dievaluasi oleh ahli radiologi atau profesional medis lainnya secara komprehensif dalam waktu singkat. Sistem CAD memproses gambar atau video digital untuk tampilan khas dan untuk menyoroti bagian yang mencolok, seperti kemungkinan penyakit, untuk memberikan masukan guna mendukung keputusan yang diambil oleh profesional.CAD adalah teknologi interdisipliner yang menggabungkan elemen kecerdasan buatan dan visi komputer dengan pemrosesan gambar radiologis dan patologis . Sebuah aplikasi khas adalah deteksi tumor. Misalnya, beberapa rumah sakit menggunakan CAD untuk mendukung pemeriksaan medis preventif dalam mamografi (diagnosis kanker payudara), deteksi polip pada Kolonoskopi , dan kanker paru-paru .
Sistem deteksi berbantuan komputer (CADe) biasanya terbatas pada penandaan struktur dan bagian yang mencolok. Sistem diagnosis berbantuan komputer (CADx) mengevaluasi struktur yang mencolok. Misalnya, dalam CAD mamografi menyoroti kelompok mikrokalsifikasi dan struktur hiperdens di jaringan lunak. Ini memungkinkan ahli radiologi untuk menarik kesimpulan tentang kondisi patologi. Aplikasi lain adalah CADq, yang mengukur, misalnya , ukuran tumor atau perilaku tumor dalam penyerapan media kontras. Triase sederhana berbantuan komputer (CAST) adalah jenis lain dari CAD, yang melakukan interpretasi awal dan triase studi yang sepenuhnya otomatis ke dalam beberapa kategori yang bermakna ( mis .negatif dan positif). CAST terutama berlaku dalam pencitraan diagnostik darurat, di mana diagnosis cepat kondisi kritis dan mengancam jiwa diperlukan.
Meskipun CAD telah digunakan di lingkungan klinis selama lebih dari 40 tahun, CAD biasanya tidak menggantikan dokter atau profesional lainnya, melainkan memainkan peran pendukung. Profesional (umumnya ahli radiologi) umumnya bertanggung jawab atas interpretasi akhir dari citra medis. [2] Namun, tujuan dari beberapa sistem CAD adalah untuk mendeteksi tanda-tanda awal kelainan pada pasien yang tidak dapat dilakukan oleh profesional manusia, seperti pada retinopati diabetik , distorsi arsitektural pada mammogram, [3] [4] ground-glass nodules pada CT toraks, [ 5] [6] dan lesi non-polipoid (“datar”) pada kolonografi CT

Tidak ada komentar:
Posting Komentar