![]() |
| Gambar 1.0 Kabel STP & Kabel UTP |
UTP (Unshielded twisted pair) dan STP (Shielded twisted pair) adalah jenis kabel twisted pair yang bertindak sebagai media transmisi dan memberikan konektivitas yang dapat diandalkan dari peralatan elektronik. Meskipun desain dan pembuatannya berbeda tetapi keduanya memiliki tujuan yang sama.
Perbedaan mendasar antara UTP dan STP adalah UTP (Unshielded twisted pair) adalah kabel dengan kabel yang dipuntir bersama untuk mengurangi kebisingan dan crosstalk. Sebaliknya, STP (Shielded twisted pair) adalah kabel twisted pair yang dibatasi foil atau pelindung jala yang melindungi kabel terhadap interferensi elektromagnetik.
1. Kabel STP
Kabel Twisted-pair ( STP ) berpelindung memiliki lapisan jala jalinan tambahan atau lembaran logam yang membungkus setiap rangkaian konduktor berisolasi. Casing logam memotong penetrasi kebisingan elektromagnetik . Ini juga dapat menghapus fenomena yang disebut crosstalk, yang merupakan efek yang tidak diinginkan dari satu sirkuit (atau saluran) pada sirkuit lain (atau saluran).
![]() |
| Gambar 1.1 Kabel STP |
2. Kabel UTP
Twisted pair terdiri dari dua konduktor terisolasi (biasanya tembaga) dalam konfigurasi bengkok. Pita warna digunakan dalam isolasi plastik untuk identifikasi. Selain itu, warna juga mengidentifikasi konduktor tertentu dalam kabel dan untuk menunjukkan kabel mana yang berpasangan dan bagaimana mereka berhubungan dengan pasangan lain dalam bundel yang lebih besar.
![]() |
| Gambar 1.2 Kabel UTP |
Kedua kawat dipilin dalam kabel pasangan terpuntir yang secara signifikan mengurangi kebisingan yang dihasilkan oleh sumber eksternal. Kebisingan di sini yang sedang kita bicarakan dihasilkan ketika dua kabel paralel yang menyebabkan peningkatan level tegangan pada kawat yang paling dekat dengan sumber dan juga beban yang tidak merata dan sinyal yang rusak. Cabel UTP dibagi menjadi 2, yaitu :
Jadi, ketika PC mengirim data pada pin 1 dan 2 lewat kabel straight ke Switch, Switch menerima data pada pin 1 dan 2. Nah, karena pin 1 dan 2 pada switch tidak akan digunakan untuk mengirim data sebagaimana halnya pin 1 dan 2 pada PC, maka Switch menggunakan pin 3 dan 6 untuk mengirim data ke PC, karena PC menerima data pada pin 3 dan 6. Fungsi Kabel Straight adalah :
- Menghubungkan komputer ke port biasa di Switch
- Menghubungkan komputer ke port LAN modem cable/DSL
- Menghubungkan port WAN router ke port LAN modem cable/DSL
- Menghubungkan port LAN router ke port uplink di Switch
- Menghubungkan 2 HUB/Switch dengan salah satu HUB/Switch menggunakan port uplink dan yang lainnya menggunakan port biasa.
- Kabel straight yang digunakan sebagai penghubung beberapa client dengan menggunakan bantuan hub atau pun switch.
| Gambar 1.3 Urutan Warna Kabel Straight |
- (Putih-orange)
- (Orange)
- (Putih-hijau)
- (Biru)
- (Putih-biru)
- (Hijau)
- (Putih-coklat)
- (Coklat)
Gambar 1.4 Urutan warna untuk arus data pada kabel straight
Untuk mengenali sebuah kabel apakah cross over ataupun straight adalah dengan hanya melihat salah satu ujung kabel. Jika urutan warna kabel pada pin 1 adalah Putih Hijau, maka kabel tersebut adalah kabel cross (padahal jika ujung yang satunya lagi juga memiliki urutan warna yang sama yaitu Putih Hijau sebagai pin 1, maka kabel tersebut adalah kabel straight). Tapi untungnya, kebanyakan kabel menggunakan standar EIA/TIA 568B pada kedua ujung kabelnya. Fungsi Kabel Crossover adalah :
- Menghubungkan 2 buah komputer secara langsung
- Menghubungkan 2 buah HUB/Switch menggunakan port biasa diantara kedua HUB/Switch.
- Menghubungkan komputer ke port uplink Switch
- Menghubungkan port LAN router ke port biasa di HUB/Switch
- Kabel cross penghubung antara 2 uni komputer secara langsung, tanpa perlu hub, dan susunan ujung dengan ujung berbeda , kita sebut saja ujung A dan ujung B.
| Gambar 1.5 Urutan warna kabel cross over |
- (Putih-hijau)
- (Hijau)
- (Putih-orange)
- (Biru)
- (Putih-biru)
- (Orange)
- (Putih-coklat)
- (Coklat)
| Gambar 1.6 Urutan warna untuk arus data pada kabel cross over |
− Ujung A
(Putih-orange – Orange) -> (Putih-hijau – Biru) -> (Putih-biru – Hijau) ->
(Putih-coklat – Coklat)
− Ujung B
(Putih-hijau – Hijau) –> (Putih-orange – Biru) –> (Putih-biru – Orange) –>
(Putih-coklat – Coklat)
3. Membuat Kabel UTP (LAN)
A. Membuat Kabel Straight UTP
- Kupas bagian ujung kabel UTP, kira-kira 2 cm.
- Buka pilinan kabel, luruskan dan urutankan kabel sesuai standar gambar.
- Setelah urutannya sesuai standar, potong dan ratakan ujung kabel,
- Masukan kabel yang sudah lurus dan sejajar tersebut ke dalam konektor RJ-45, dan
- pastikan semua kabel posisinya sudah benar dengan posisi sebagai berikut:
- Orange Putih pada Pin 1.
- Orange pada Pin 2.
- Hijau Putih pada Pin 3.
- Biru pada Pin 4.
- Biru Putih pada Pin 5.
- Hijau pada Pin 6.
- Coklat Putih pada Pin 7.
- Coklat pada Pin 8.
- Lakukan crimping menggunakan crimping tools, tekan crimping tool dan pastikan semuapin (kuningan) pada konektor RJ-45 sudah “menggigit” tiap-tiap kabel. biasanya akan terdengar suara “klik”. Setelah selesai pada ujung yang satu, lakukan lagi pada ujung yang lain
- Langkah terakhir adalah mengecek kabel yang sudah kita buat tadi dengan menggunakan LAN tester, caranya masukan masing-masing ujung kabel (konektor RJ-45) ke masing2 port yang tersedia pada LAN tester, nyalakan dan pastikan semua lampu LED menyala sesuai dengan urutan kabel yang kita buat.
B. Membuat Kabel Cross UTP
Membuat kabel lan cross memiliki langkah yang hampir sama dengan kabel straight, perbedaan hanya terletak pada urutan warna dari kedua ujung kabel. Berbeda dengan kabel straight yang memiliki urutan warna sama di kedua ujung kabel, kabel cross memiliki urutan warna yang berbeda pada kedua ujung kabel. Ujung pertama sama dengan kabel straight :
- Orange Putih pada Pin 1.
- Orange pada Pin 2.
- Hijau Putih pada Pin 3.
- Biru pada Pin 4.
- Biru Putih pada Pin 5.
- Hijau pada Pin 6.
- Coklat Putih pada Pin 7.
- Coklat pada Pin 8.
Untuk ujung kabel yang kedua, susunan warnanya berbeda dengan ujung pertama. Adapun susunan warnanya adalah sebagi berikut:
- Hijau Putih pada Pin 1.
- Hijau pada Pin 2.
- Orange Putih pada Pin 3.
- Biru pada Pin 4.
- Biru Putih pada Pin 5.
- Orange pada Pin 6.
- Coklat Putih pada Pin 7.
- Coklat pada Pin 8.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar